MAN 5 Garut > Breaking News > MAN 5 Garut Mantapkan Komitmen Integritas, Sambut Penilaian Lapangan Pembangunan Zona Integritas sebagai Satker Piloting Project Menuju WBK/WBBM oleh Tim Penilai Internal Itjen Kemenag RI

MAN 5 Garut Mantapkan Komitmen Integritas, Sambut Penilaian Lapangan Pembangunan Zona Integritas sebagai Satker Piloting Project Menuju WBK/WBBM oleh Tim Penilai Internal Itjen Kemenag RI

Garut, 18 Mei 2026 – Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 5 Garut kembali menorehkan langkah strategis dalam penguatan tata kelola kelembagaan melalui pelaksanaan Kegiatan Penilaian Lapangan Pembangunan Zona Integritas (ZI) Piloting Project Satuan Kerja Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang berlangsung selama tiga hari, mulai tanggal 18 hingga 20 Mei 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting sekaligus tonggak sejarah bagi MAN 5 Garut dalam menunjukkan komitmen nyata terhadap pembangunan budaya kerja yang berintegritas, profesional, akuntabel, transparan, dan berorientasi pada pelayanan publik yang prima. Open ceremony kegiatan dilaksanakan pada Senin, 18 Mei 2026, bertempat di Gedung SBSN MAN 5 Garut, yang menjadi pusat berlangsungnya rangkaian agenda penilaian lapangan oleh Tim Penilai Internal (TPI) Inspektorat Jenderal Kementerian Agama Republik Indonesia.

 

Kegiatan penilaian lapangan ini merupakan bagian dari proses evaluasi terhadap kesiapan dan implementasi pembangunan Zona Integritas yang telah dijalankan oleh MAN 5 Garut sebagai salah satu satuan kerja piloting project di lingkungan Kementerian Agama. Sebagai satuan pendidikan yang terus berupaya meningkatkan kualitas tata kelola organisasi, MAN 5 Garut memandang pembangunan Zona Integritas bukan sekadar pemenuhan administratif, melainkan sebagai gerakan perubahan budaya kerja yang harus tertanam dalam setiap lini pelayanan dan aktivitas kelembagaan. Dengan mengusung semangat reformasi birokrasi, seluruh elemen madrasah telah bekerja secara sistematis dan terukur untuk memenuhi indikator-indikator pembangunan ZI yang meliputi penguatan manajemen perubahan, penataan tata laksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas kinerja, penguatan pengawasan, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.

 

Dalam pelaksanaan penilaian lapangan ini, hadir secara langsung Tim Penilai Internal (TPI) Inspektorat Jenderal Kementerian Agama RI yang terdiri atas para pejabat dan assessor berpengalaman di bidang pengawasan dan evaluasi reformasi birokrasi. Tim tersebut dipimpin oleh Bapak Ahmadun selaku Penanggung Jawab Tim TPI Itjen Kemenag RI, didampingi oleh Hendi Diyanto sebagai Pengendali Teknis, serta Abdul Rasit selaku Ketua Tim TPI Itjen Kemenag RI. Turut hadir pula dua anggota tim lainnya yaitu Mat Roji dan Windu Triantoro, yang bersama-sama melakukan observasi, verifikasi, validasi dokumen, serta peninjauan langsung terhadap implementasi pembangunan Zona Integritas di lingkungan MAN 5 Garut. Kehadiran tim ini menjadi bentuk perhatian sekaligus dukungan nyata dari Kementerian Agama dalam memastikan bahwa proses pembangunan ZI di tingkat satuan kerja berjalan sesuai standar dan memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas layanan kepada masyarakat.

 

Acara pembukaan berlangsung khidmat dan penuh semangat. Hadir dalam kesempatan tersebut Kepala MAN 5 Garut, Dr. H. Sudi Priyambodo, M.Pd., yang dalam sambutannya menegaskan; “pembangunan Zona Integritas di MAN 5 Garut telah menjadi bagian dari visi besar madrasah dalam mewujudkan lembaga pendidikan yang unggul, terpercaya, dan berdaya saing tinggi. Keberhasilan pembangunan ZI tidak hanya ditentukan oleh kelengkapan dokumen atau capaian indikator administratif, tetapi lebih jauh ditentukan oleh sejauh mana nilai-nilai integritas benar-benar hidup dan menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari seluruh warga madrasah”. Ia juga menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh civitas akademika MAN 5 Garut yang selama ini telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam mempersiapkan dan mengimplementasikan berbagai program pembangunan Zona Integritas.

 

Turut mendampingi dalam pembukaan tersebut Kepala Urusan Tata Usaha MAN 5 Garut, Aruni Kisman Arif Wiguna, S.Pd., yang memiliki peran strategis dalam memastikan aspek administrasi dan tata kelola pendukung berjalan optimal. Kehadiran para Wakil Kepala Madrasah MAN 5 Garut juga menjadi bukti kuat bahwa pembangunan Zona Integritas merupakan kerja kolektif yang melibatkan seluruh unsur pimpinan dan unit kerja. Selain itu, hadir pula jajaran lengkap Tim Kelompok Kerja (Pokja) Zona Integritas MAN 5 Garut, yang selama ini menjadi motor penggerak utama implementasi program ZI di madrasah.

Tim Pokja ZI MAN 5 Garut dipimpin oleh Ayi Hanafiah, S.Pd.I. selaku Ketua Tim Pokja ZI, dengan Iin Lina Setiawati, S.Pd. sebagai Sekretaris Tim Pokja ZI. Keduanya selama ini telah menjadi figur sentral dalam mengkoordinasikan seluruh kegiatan pembangunan Zona Integritas secara terstruktur dan berkelanjutan. Mereka dibantu oleh enam koordinator area perubahan yang masing-masing memegang tanggung jawab sesuai indikator reformasi birokrasi. Agustina, M.PFis. bertugas sebagai Koordinator Area 1, Asep Rustandi, M.Pd. sebagai Koordinator Area 2, Siti Saodah, M.Pd. sebagai Koordinator Area 3, Ruston Ar-Rasyid, S.Pd.I. sebagai Koordinator Area 4, H. Hasan Basri, S.Pd. sebagai Koordinator Area 5, serta Nasyrul Fu’ad, S.S. sebagai Koordinator Area 6. Seluruh anggota Pokja turut hadir dan menunjukkan kesiapan penuh dalam mengikuti setiap tahapan penilaian lapangan.

 

Tidak hanya internal madrasah, kegiatan ini juga mendapat perhatian luas dari pemangku kepentingan di lingkungan Kementerian Agama. Hadir sebagai peninjau dan pendamping dari Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Barat serta Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut. Kehadiran kedua unsur ini menjadi simbol sinergi dan dukungan berjenjang terhadap upaya MAN 5 Garut dalam mewujudkan predikat WBK/WBBM. Dukungan tersebut menjadi sangat penting karena pembangunan Zona Integritas bukanlah kerja yang berdiri sendiri, melainkan bagian dari agenda besar reformasi birokrasi nasional yang harus dilaksanakan secara terintegrasi di seluruh level organisasi pemerintahan.

 

Selama tiga hari pelaksanaan, Tim Penilai Internal dijadwalkan melakukan serangkaian agenda strategis yang meliputi pemeriksaan dokumen eviden, wawancara dengan unsur pimpinan dan tim pelaksana, observasi sarana prasarana pendukung layanan, hingga simulasi pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat. Berbagai inovasi layanan unggulan yang telah dikembangkan MAN 5 Garut juga menjadi bagian penting dalam proses penilaian. Madrasah ini diketahui telah melakukan berbagai terobosan dalam digitalisasi pelayanan, transparansi informasi publik, penguatan sistem pengaduan masyarakat, serta pengembangan budaya kerja berbasis nilai-nilai integritas dan pelayanan prima.

 

Sebagai madrasah yang terus berkembang, MAN 5 Garut menyadari bahwa tantangan dunia pendidikan saat ini tidak hanya menuntut kualitas akademik, tetapi juga tata kelola kelembagaan yang profesional dan terpercaya. Oleh karena itu, pembangunan Zona Integritas dipandang sebagai investasi jangka panjang dalam membangun kepercayaan masyarakat. Dengan pelayanan yang bersih dari praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta birokrasi yang melayani secara cepat, tepat, dan humanis, MAN 5 Garut ingin memastikan bahwa seluruh peserta didik, orang tua, dan masyarakat mendapatkan layanan pendidikan terbaik.

 

Dalam sambutannya, Penanggung Jawab Tim TPI sekaligus Inspektur I Itjen Kemenag RI, Ahmadun, mengatakan: “penilaian lapangan bukanlah sekadar proses evaluasi formal, melainkan sarana untuk memastikan bahwa semangat perubahan benar-benar tumbuh di setiap satuan kerja. Pembangunan Zona Integritas harus mampu menghasilkan perubahan nyata, baik dalam budaya kerja internal maupun kualitas layanan eksternal”. Menurutnya, satuan kerja yang berhasil bukan hanya yang mampu menyusun dokumen dengan baik, tetapi yang mampu menghadirkan pelayanan publik yang dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat.

 

Semangat itu tampak jelas dalam atmosfer kegiatan di MAN 5 Garut. Seluruh guru, tenaga kependidikan, dan unsur pendukung menunjukkan antusiasme serta kesiapan yang luar biasa. Dari tampilan lingkungan madrasah yang tertata rapi, sistem layanan yang terorganisir, hingga kesiapan tim dalam menjelaskan setiap eviden pembangunan ZI, semuanya menunjukkan kesungguhan MAN 5 Garut dalam menapaki jalan menuju predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan bahkan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM).

 

Lebih dari sekadar mengejar predikat, pembangunan Zona Integritas di MAN 5 Garut merupakan refleksi dari tekad lembaga untuk menghadirkan pendidikan yang bermutu dengan fondasi moral yang kuat. Sebagai lembaga pendidikan Islam, madrasah ini menempatkan nilai-nilai kejujuran, amanah, tanggung jawab, dan pelayanan sebagai ruh utama dalam setiap kebijakan dan program. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat reformasi birokrasi yang mendorong terciptanya institusi publik yang bersih dan melayani.

 

Kegiatan penilaian lapangan ini juga menjadi ruang refleksi bagi seluruh keluarga besar MAN 5 Garut untuk terus melakukan evaluasi dan perbaikan berkelanjutan. Setiap masukan dari Tim Penilai Internal akan menjadi bahan penting dalam memperkuat sistem yang telah dibangun. Dengan demikian, hasil dari proses ini tidak hanya berhenti pada penilaian, tetapi menjadi pijakan menuju transformasi kelembagaan yang lebih baik di masa mendatang.

 

Di tengah dinamika perubahan zaman dan meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap kualitas pelayanan pendidikan, langkah MAN 5 Garut dalam membangun Zona Integritas patut diapresiasi. Upaya ini menunjukkan bahwa madrasah tidak hanya fokus pada capaian akademik siswa, tetapi juga serius dalam membangun tata kelola kelembagaan yang modern, profesional, dan berintegritas. Ini menjadi bukti bahwa lembaga pendidikan Islam mampu tampil sebagai pionir dalam reformasi birokrasi di sektor pendidikan.

 

Harapan besar tentu tertuju pada hasil akhir dari proses penilaian ini. Namun lebih dari itu, semangat yang telah terbangun selama proses persiapan dan pelaksanaan penilaian menjadi modal utama yang sangat berharga. Predikat WBK/WBBM memang penting, tetapi yang jauh lebih penting adalah terbangunnya budaya kerja unggul yang terus hidup dan berkembang dalam keseharian madrasah.

 

Dengan terselenggaranya Kegiatan Penilaian Lapangan Pembangunan Zona Integritas Piloting Project Satker WBK/WBBM ini, MAN 5 Garut sekali lagi menegaskan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang adaptif terhadap perubahan, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, dan konsisten menjaga integritas dalam pelayanan. Langkah ini diharapkan menjadi inspirasi bagi satuan kerja pendidikan lainnya, khususnya di lingkungan Kementerian Agama, bahwa perubahan menuju birokrasi yang bersih dan melayani bukan sekadar slogan, melainkan sebuah gerakan nyata yang dimulai dari komitmen bersama.

 

MAN 5 Garut optimistis bahwa melalui kerja keras, kolaborasi, dan doa seluruh pihak, cita-cita besar menuju madrasah berpredikat Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani dapat terwujud. Lebih dari itu, madrasah ini berharap dapat terus memberikan kontribusi terbaik bagi dunia pendidikan Indonesia, melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat dalam integritas dan akhlakul karimah. Dengan semangat “Integritas untuk Prestasi, Pelayanan untuk Negeri”, MAN 5 Garut melangkah mantap menuju masa depan yang lebih gemilang. (NF)

 

Kontributor: Nasyrul Fuadz

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *